Akhir tahun sering datang membawa dua hal sekaligus penutup dan cermin. Kita melihat kembali apa saja yang terjadi, apa yang tercapai, dan apa yang gagal kita raih. Di momen ini, tidak sedikit orang justru paling keras pada dirinya sendiri. Target yang belum tercapai berubah menjadi tuduhan. Keputusan yang terasa keliru berubah menjadi penyesalan yang berulang.
Tanpa sadar, kita menutup tahun dengan memusuhi diri sendiri.
Padahal, membenci diri tidak pernah membuat hidup menjadi lebih baik. Ia hanya membuat kita memasuki tahun baru dengan hati yang sudah lelah sejak awal. Mengakhiri tahun tanpa membenci diri sendiri bukan berarti menyangkal kesalahan atau menutup mata dari hal-hal yang perlu diperbaiki. Ini tentang melihat diri dengan jujur, tanpa menghukum.
baca juga : Belajar Menjadi Rumah bagi Diri Sendiri
Dalam psikologi, konsep self-compassion menjelaskan bahwa manusia membutuhkan sikap welas asih pada dirinya sendiri, terutama saat mengalami kegagalan. Kristin Neff menyebut bahwa memperlakukan diri dengan pengertian, bukan kritik berlebihan, justru membantu seseorang bangkit dan bertumbuh lebih sehat. Artinya, refleksi yang sehat tidak lahir dari cercaan, tetapi dari penerimaan.
Banyak hal mungkin tidak berjalan sesuai rencana tahun ini. Ada rencana yang tertunda, relasi yang berubah, dan versi diri yang terasa jauh dari harapan. Tapi semua itu tidak otomatis menjadikanmu gagal. Kamu bertahan. Kamu mencoba. Dan itu bukan hal kecil.
Mengakhiri tahun dengan lebih lembut pada diri sendiri berarti memberi ruang untuk berkata, “Aku sudah melakukan yang terbaik dengan sumber daya yang aku punya saat itu.” Kalimat sederhana ini bukan pembelaan diri, melainkan pengakuan bahwa kita adalah manusia, bukan mesin pencapai target.
Viktor Frankl pernah menulis bahwa manusia selalu memiliki kebebasan untuk memilih sikap, bahkan dalam situasi yang paling sulit. Kita tidak bisa mengubah semua yang terjadi tahun ini, tetapi kita bisa memilih bagaimana kita menutupnya: dengan kebencian atau dengan pemahaman.
Tahun boleh berakhir dengan catatan yang tidak sempurna. Tapi hati tidak harus ikut hancur bersamanya. Kita bisa membawa luka, pelajaran, dan harapan kecil ke tahun berikutnya tanpa menyeret rasa benci pada diri sendiri.
Mengakhiri tahun tanpa membenci diri sendiri adalah bentuk keberanian. Keberanian untuk berhenti menghukum, dan mulai merawat. Karena tahun baru tidak membutuhkan versi diri yang sempurna. Ia hanya membutuhkan hati yang cukup utuh untuk melanjutkan perjalanan.
Penulis : Leonardus Devi
