Blog

Your blog category

Berdamai dengan Diri yang Tidak Sesuai Rencana

Hidup jarang berjalan persis seperti yang kita rancang. Ada rencana yang tertunda, arah yang berubah, dan versi diri yang terasa jauh dari bayangan awal. Di titik itu, banyak orang mulai memusuhi dirinya sendiri. Seolah-olah hidup yang tidak sesuai rencana adalah bukti kegagalan pribadi. Padahal, tidak semua yang melenceng berarti salah. Berdamai dengan diri yang tidak

Berdamai dengan Diri yang Tidak Sesuai Rencana Read More »

Belajar Menghargai Diri di Tengah Kekurangan

Ada fase dalam hidup ketika kita melihat diri sendiri dengan mata yang terlalu keras. Kekurangan terasa lebih nyata daripada usaha. Kesalahan terasa lebih besar daripada niat baik. Di tengah tuntutan untuk terus berkembang, kita lupa satu hal sederhana yaitu menghargai diri tidak harus menunggu kita menjadi sempurna. Banyak orang baru mengizinkan dirinya merasa cukup setelah

Belajar Menghargai Diri di Tengah Kekurangan Read More »

Hati yang Tenang Tidak Datang dari Dunia yang Tenang

Banyak orang menunggu dunia menjadi lebih tenang untuk akhirnya merasa damai. Kita menunggu masalah selesai, pekerjaan stabil, hubungan membaik, atau hidup terasa lebih “aman”. Seolah-olah ketenangan hanya mungkin hadir ketika semuanya rapi dan terkendali. Padahal, kenyataannya tidak selalu seperti itu. Dalam praktik terapi, sering terlihat bahwa hati yang paling tenang justru bukan milik mereka yang

Hati yang Tenang Tidak Datang dari Dunia yang Tenang Read More »

Belajar Pergi Tanpa Membenci, Belajar Melepas Tanpa Membenci

Ada fase dalam hidup yang hampir semua orang alami: harus pergi dari sesuatu yang dulu terasa dekat, dan harus melepaskan tanpa benar-benar tahu caranya. Perpisahan tidak selalu tentang putus hubungan. Kadang, ia tentang melepaskan harapan, rencana, mimpi, atau versi diri yang dulu kita banggakan. Banyak orang berpikir bahwa cara paling aman untuk melepaskan adalah dengan

Belajar Pergi Tanpa Membenci, Belajar Melepas Tanpa Membenci Read More »

Seni Menemukan Bahagia di Hari-Hari Biasa

Suatu pagi, seorang teman bercerita bahwa ia merasa hidupnya akhir-akhir ini “biasa saja”. Tidak buruk, tapi juga tidak terlalu menyenangkan. Rutinitas terasa seperti lembaran yang diulang berkali-kali: bangun, bekerja, pulang, tidur.Lalu ia bertanya, “Apakah bahagia itu harus dicari sejauh itu? Kok rasanya makin dikejar, makin hilang.” Pertanyaan itu mengendap lama di pikiranku. Karena tanpa ia

Seni Menemukan Bahagia di Hari-Hari Biasa Read More »

Tubuh Mengingat Apa yang Ingin Kita Lupakan (Refleksi tentang trauma yang tinggal dalam tubuh)

Ketika Pikiran Lupa, Tubuh Masih Mengingat Banyak orang percaya bahwa trauma adalah hal psikologis semata, sesuatu yang terjadi di kepala. Mereka berkata, “Saya sudah lupa,” seolah waktu otomatis menyembuhkan segalanya. Namun tubuh sering bercerita berbeda. Tubuh mengingat ketegangan, ketakutan, dan rasa tidak aman yang pernah dialami, meski pikiran mencoba menguburnya. Di ruang terapi, aku sering

Tubuh Mengingat Apa yang Ingin Kita Lupakan (Refleksi tentang trauma yang tinggal dalam tubuh) Read More »

Di Balik Setiap Luka, Ada Diri yang Sedang Mencoba Bertahan dengan Caranya Sendiri

Kita sering kali hanya melihat permukaan dari seseorang; bagaimana ia bersikap, berbicara, atau bereaksi. Tapi di balik itu, ada hal yang tak selalu tampak yaitu adalah usaha bertahan. Orang yang terlihat keras mungkin sedang mencoba melindungi dirinya dari rasa takut yang belum selesai.Yang tampak selalu tenang bisa jadi sedang menahan gelombang emosi di dalam diri

Di Balik Setiap Luka, Ada Diri yang Sedang Mencoba Bertahan dengan Caranya Sendiri Read More »