Banyak anak sulung tumbuh dengan peran yang tidak selalu diucapkan, tapi terasa jelas: harus jadi contoh, harus ngerti keadaan, dan harus lebih kuat dari yang lain. Karena itu, saat anak sulung merasa lelah, sering muncul rasa bersalah, seolah capek itu tidak boleh dirasakan.
Secara psikologis, hal ini bisa dijelaskan lewat konsep parentification. Ini adalah kondisi ketika anak memegang tanggung jawab yang terlalu dewasa untuk usianya, baik secara praktis maupun emosional. Misalnya, terlalu sering mengurus adik, jadi penengah di rumah, atau merasa harus menjaga perasaan orang tua. Beban seperti ini bisa membuat seseorang terlihat matang lebih cepat, tapi juga lebih mudah lelah secara emosional.
Selain itu, ada juga konsep role strain, yaitu tekanan karena harus menjalani banyak peran sekaligus. Anak sulung sering merasa harus jadi kakak yang sabar, anak yang berbakti, dan pribadi yang tetap kuat, bahkan saat dirinya sendiri sedang penuh. Saat semua tuntutan itu datang bersamaan, lelahnya jadi bukan cuma soal fisik, tapi juga batin.
Yang penting diingat, tidak semua anak sulung otomatis seperti ini. Riset tentang birth order menunjukkan bahwa urutan lahir tidak punya pengaruh besar yang konsisten pada kepribadian secara umum. Jadi, yang lebih berpengaruh biasanya adalah pola peran dalam keluarga, bukan semata-mata status “anak pertama.”
Jadi kalau kamu capek jadi anak sulung, itu bukan berarti kamu lemah atau manja. Bisa jadi kamu sudah terlalu lama merasa harus kuat, harus ngerti, dan harus menahan diri. Kadang, yang dibutuhkan bukan jadi lebih keras pada diri sendiri, tapi mulai mengakui bahwa kamu juga punya batas.
Penulis : Leonardus Devi
Referensi
- Rohrer, J. M., Egloff, B., & Schmukle, S. C. (2015). Examining the effects of birth order on personality. PNAS.
- Dariotis, J. K., Chen, F. R., Park, Y. R., et al. (2023). Parentification Vulnerability, Reactivity, Resilience, and Thriving: A Mixed Methods Systematic Literature Review. IJERPH.
- Goode, W. J. (1960). A theory of role strain. Ringkasan teorinya dibahas dalam kajian role theory berikut.
