Mengapa Banyak Orang Sulit Berubah? Tiga Hal Sederhana yang Sering Dilupakan

Banyak orang sebenarnya tahu apa yang ingin mereka ubah dalam hidup. Ada yang ingin hidup lebih sehat, ingin lebih disiplin bekerja, ada juga yang ingin memperbaiki hubungan dengan pasangan atau keluarga.

Namun setelah beberapa waktu, perubahan itu sering berhenti di tengah jalan. Bukan karena kita tidak mampu, tetapi karena ada beberapa hal sederhana yang sering terlupakan dalam proses bertumbuh.

Sering kali perubahan tidak bertahan karena kita lupa menjaga tiga hal ini: memulai, konsisten, dan komitmen.

1. Memulai: langkah kecil yang sering tertunda

Memulai sering terdengar sederhana, tetapi justru menjadi bagian yang paling sulit. Banyak orang menunggu sampai merasa siap. Menunggu waktu yang tepat, kondisi yang lebih stabil, atau rasa percaya diri yang lebih kuat.

Dalam psikologi perilaku, hal ini dijelaskan melalui Theory of Planned Behavior yang dikembangkan oleh Icek Ajzen. Teori ini menjelaskan bahwa perilaku manusia biasanya diawali oleh niat (intention) untuk bertindak. Namun niat saja tidak cukup. Perubahan baru benar-benar terjadi ketika niat itu diikuti oleh tindakan nyata, meskipun langkahnya kecil. Karena itu, sering kali yang paling penting bukanlah memulai dengan sempurna, tetapi berani memulai terlebih dahulu.

2. Konsistensi: kunci membangun kebiasaan baru

Setelah memulai, tantangan berikutnya adalah mempertahankan perubahan tersebut. Banyak orang memulai sesuatu dengan semangat yang besar: olahraga, menulis jurnal, belajar keterampilan baru, atau mencoba kebiasaan yang lebih sehat. Namun ketika hasilnya tidak langsung terlihat, semangat itu perlahan menurun.

Penelitian tentang pembentukan kebiasaan oleh Phillippa Lally dan timnya di University College London menemukan bahwa perilaku baru membutuhkan waktu dan pengulangan sebelum menjadi kebiasaan otomatis. Rata-rata dibutuhkan sekitar 66 hari sampai suatu perilaku mulai terasa lebih alami dilakukan.

Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan jarang terjadi secara instan. Justru tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten sering menjadi faktor yang paling menentukan dalam membentuk kebiasaan baru.

3. Komitmen: tetap berjalan meski motivasi menurun

Motivasi tidak selalu stabil. Ada hari ketika kita merasa sangat bersemangat, tetapi ada juga hari ketika energi terasa jauh lebih rendah. Di sinilah komitmen menjadi penting.

Komitmen berarti tetap bergerak menuju tujuan, bahkan ketika motivasi tidak sedang tinggi. Dalam psikologi motivasi, hal ini berkaitan dengan Self-Determination Theory yang dikembangkan oleh Edward L. Deci dan Richard M. Ryan. Teori ini menjelaskan bahwa motivasi yang lebih bertahan lama biasanya muncul ketika seseorang merasa bahwa tindakannya selaras dengan nilai dan tujuan yang ia anggap penting.

Dengan kata lain, komitmen bukan hanya soal disiplin. Ia juga berkaitan dengan makna yang kita berikan pada apa yang kita lakukan.

Bertumbuh tidak selalu membutuhkan langkah besar

Sering kali kita membayangkan perubahan besar sebagai sesuatu yang dramatis dan penuh semangat. Padahal dalam kehidupan sehari-hari, proses bertumbuh sering terasa jauh lebih sederhana dari itu. Kadang perubahan hanya dimulai dari satu langkah kecil untuk memulai. Lalu dilanjutkan dengan tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Dan dijaga melalui komitmen, bahkan ketika motivasi tidak sedang kuat.

baca juga : Hidup Bukan Tentang Kontrol, Tapi Tentang Melepaskan

Kadang hidup tidak berubah karena kita tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tetapi karena kita berhenti menjaga tiga hal sederhana:
memulai, konsisten, dan komitmen.

Dan ketika salah satu dari itu sempat hilang, selalu ada kesempatan untuk memulai lagi.

Penulis : Leonardus Devi


Referensi

Icek Ajzen. (1991). The Theory of Planned Behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes.

Phillippa Lally et al. (2010). How are habits formed: Modelling habit formation in the real world. European Journal of Social Psychology.

Edward L. Deci & Richard M. Ryan. (2000). Self-Determination Theory and the facilitation of intrinsic motivation, social development, and well-being. American Psychologist.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *